Saat itu

Delapan Maret 2018
Bulan indah cahaya terang, bersinar dengan ikhlas, pancarannya mengenai mataku. Aku duduk sembari memperhatikannya seakan bulan bergerak ditemani dinginnya malam dan angin yang menembus kulitku.
Aku berpikir bulan bisa bersinar untuk menerangi bumi tanpa diminta, kenpa manusia meski ragu untuk terang bagi manusia lainnya ibarat bulan???
Apakah ego?
Apakah pandangan?
Apakah firasat?
Apakah hati?
Apakah pikiran?
Atau apakah Aku?
Yaa, Aku. Manusia yang penuh dengan dosa, penuh, kedengkian, penuh prasangka, dan penuh kemunafikan, itulah Aku. Lantas apakah salah jika Aku minta belajar, minta diingatkan, minta dimengerti, minta diberi kejelasan atas sifatku, bukan malah dipojokkan, dicela, dicerita, dimarahi bahkan dikerasi..
Salahkan jika Aku berdiri dan membela diri atas dasar bagiku perlakuan itu tidaklah rasional??
Salahkan kalau Aku terus berusaha membela diri??
Oooohhh KEHIDUPAN.....
Setiap anak manusia diciptakan dari rahim yang sama lantas kenapa harus ada yang tidak mendapatkan ketidakadilah bahkan diasingkan??
Ini kejam...
Yang kuat akan semakin kuat
Yang lemah akan semakin lemah...
Ohhh Keadaan...
Kau sungguh membuatku gila..
Ohh kenyataan..
Kau sungguh kejam...
Malam itu, Aku meratapi, memeluk diri, mencari celah dan salahku pada dirimu, pada diriku dan Pada Tuhanku..
Aku memejamkan mata, menarik nafas panjang mengelurkan lewat hidung, rasanya semua begitu muda..
Susah, sedih, dan semua akan berlalu, kesemuannya memiliki waktu kadaluarsa...
Aku berkelana..
Di Negeri yang penuh dengan aturan, aturan kemanusian, aturan manusia yang berkuasa padahal sudah ada aturan yang Allah atas semua ciptaannya..
.
.
Pagi yang Indah untuk semua yang bersyukur..

Komentar

Postingan Populer